Pembahasan Persiapan Festival Tenun Donggala

Rapa perdana persiapan Festival Tenun Donggala,

DONGGALA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Donggala menggelar rapat perdana panitia persiapan Festival Tenun Donggala, Senin (23/05). Rapat tersebut melibatkan para budayawan Donggala dan pemerhati sejarah.

“Sesuai rencana, Festival Tenun Donggala akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Kita berharap materi yang disajikan beragam. Bukan saja soal sarung yang selama ini sangat dikenal, melainkan bagaimana dapat menampilkan banyak hasil kreasi terkait dari bahan tenun Donggala, agar citra khas Donggala itu makin berkembang,” kata Kepala Dikbud Donggala, Kasmudin.

Adanya agenda tersebut, kata Kasmudin, tidak lepas dari dukungan banyak pihak yang terlibat dalam penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Donggala tahun lalu.

“Inilah salah satu hasil pentingnya kita menyusun PPKD tahun lalu sebagai bagian menuju pelaksanaan program kebudayaan, karena hal itu bagian dari syarat untuk mendapat dukungan dari Kemendikbud Risten RI,” jelas Kasmudin.

Sementara itu, Zulkifly Pagessa selaku kurator festival, memaparkan beberapa materi yang akan ditampilkan, di antaranya seminar dan workshop tenun, pameran tenun, seni pertunjukan dan kunjungan objek tenun.

“Harapan kita pada festival itu target utama pengunjung adalah kaum muda antara usia 17 tahun hingga 25 tahun, karena sesuai visi kita adalah edukasi. Karena itu pula akan dilakukan kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng agar ada kunjungan atau lawatan bagi siswa tingkat SLTA ke objek para penenun,” ungkap Zulkifly.

Sesuai rencana, lokasi pelaksanaan festival ada dua tempat, yaitu di kawasan Kota Tua Donggala dan Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah. Khusus di Towale, akan disiapkan sebagi tempat kunjungan pelajar tingkat SLTA agar ada pemahaman bagi pelajar bagaimana proses pembuatan tenun Donggala.

Baca juga:  Mulai Selasa Besok, Warga Bali Harus Pakai Endek

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Donggala, Rosmawati, pada kegiatan nanti akan disiapkan seni pertunjukan dari hasil kegiatan GSMS (Gerakan Senimam Masuk Sekolah).

“Seni pertunjukan yang terkait dengan tema tenun. Saat ini para siswa yang akan tampil sedang latihan. Namun demikian, tetap ditampilkan seni pertunjukan utama saat festival berupa tari kolosal Pontanu dan seni musik terkait tenun,” tutupnya.( Sumber/Media Alkhairat.id)

Bagikan Artikel Ini